Salat Tarawih
Dari Wikipedia bahasa Indonesia,
ensiklopedia bebas
Salat
Tarawih (kadang-kadang disebut Teraweh
atau Taraweh) adalah salat sunnat yang
dilakukan khusus hanya pada bulan ramadan. Tarawih dalam bahasa Arab adalah bentuk jama’ dari تَرْوِيْحَةٌ
yang diartikan sebagai "waktu sesaat untuk istirahat". Waktu
pelaksanaan salat sunnat ini adalah selepas isya', biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid. Fakta menarik tentang salat ini ialah
bahwa rasulullah
hanya pernah melakukannya secara berjama'ah dalam 3 kali
kesempatan. Disebutkan bahwa rasulullah
kemudian tidak melanjutkan pada malam-malam berikutnya
karena takut hal itu akan menjadi diwajibkan kepada ummat muslim (lihat sub seksi hadits tentang Tarawih).
Raka'at salat
Terdapat
beberapa praktik tentang jumlah raka'at dan jumlah salam pada salat Tarawih.
Pada masa Nabi Muhammad salat Tarawih hanya dilakukan tiga atau empat kali
saja, tanpa ada satu pun keterangan yang menyebutkan jumlah raka'atnya.
Kemudian salat Tarawih berjamaah dihentikan, karena ada kekhawatiran akan
diwajibkan. Barulah pada zaman khalifah Umar salat Tarawih dihidupkan kembali
dengan berjamaah, dengan jumlah 20 raka'at dilanjutkan dengan 3 raka'at witir.
Sejak
saat itu umat Islam di seluruh dunia menjalankan salat Tarawih tiap malam-malam
bulan Ramadhan dengan 20 raka'at. Empat mazhab yang berbeda, yaitu mazhab
Al-Hanafiyah (8 rakaat), Al-Malikiyah (sebagian 8 atau 20 rakaat) ,
Asy-Syafi'iyah (20 rakaat) serta Al-Hanabilah (sebagian 8 atau 20 rakaat).
Sedangkan Umar bin Abdul Aziz sebagai khalifah dari Bani Umayyah di Damaskus
menjalankan salat Tarawih dengan 36 raka'at. Dan Ibnu Taimiyah menjalankan 40
raka'at.
Yang
pertama kali menetapkan salat Tarawih hanya 8 raka'at dalam sejarah adalah
pendapat orang-orang di akhir zaman, seperti Ash-Shan’ani (w.1182 H),
Al-Mubarakfury (w. 1353 H) dan Al-Albani. Ash-Shan’ani Penulis Subulus-salam
sebenarnya tidak sampai mengatakan salat Tarawih hanya 8 raka'at, Sedangkan
Al-Mubarakfury memang lebih mengunggulkan salat Tarawih 8 raka'at, tanpa
menyalahkan pendapat yang 20 raka'at.
Perbedaan
pendapat menyikapi boleh tidaknya jumlah raka'at yang mencapai bilangan 20 itu
adalah tema klasik yang bahkan bertahan hingga saat ini,
seperti yang dilakukan sebagian besar pengikut Nahdlatul Ulama[butuh rujukan].
Sedangkan mengenai jumlah salam praktik umum adalah salam tiap dua raka'at
namun ada juga yang salam tiap empat raka'at. Sehingga bila akan menunaikan
Tarawih dalam 8 raka'at maka formasinya adalah salam tiap dua rakaat dikerjakan
empat kali, atau salam tiap empat raka'at dikerjakan dua kali dan ditutup
dengan witir tiga raka'at sebagaimana yang dilakukan sebagian besar pengikut Muhammadiyah[butuh rujukan].
Niat salat
Niat
salat ini, sebagaimana juga salat-salat yang lain cukup diucapkan di dalam
hati, yang terpenting adalah niat hanya semata karena Allah
Ta'ala
semata dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan ridhoNya
Beberapa Hadits Terkait
- “Sesungguhnya Rasulullah
pada suatu malam salat di masjid lalu para sahabat
mengikuti salat Dia, kemudian pada malam berikutnya
(malam kedua) Dia salat maka manusia semakin banyak (yang mengikuti salat
nabi), kemudian mereka berkumpul pada malam ketiga atau malam keempat.
Maka rasulullah
tidak keluar pada mereka, lalu ketika pagi harinya Dia
bersabda: ‘Sungguh aku telah melihat apa yang telah kalian lakukan, dan
tidaklah ada yang mencegahku keluar kepada kalian kecuali sesungguhnya aku
khawatir akan diwajibkan pada kalian,’ dan (peristiwa) itu terjadi di
bulan Ramadhan.” (Muttafaqun ‘alaih) - "Artinya: Dari Jabir bin
Abdullah radyillahu 'anhum, ia berkata: Rasulullah
pernah salat bersama kami di bulan Ramadhan (sebanyak)
delapan raka'at dan witir (satu raka'at). Maka pada hari berikutnya kami
berkumpul di masjid dan mengharap dia keluar (untuk salat), tetapi tidak
keluar hingga masuk waktu pagi, kemudian kami masuk kepadanya, lalu kami
berkata: Ya Rasulullah ! Tadi malam kami telah berkumpul di masjid dan kami harapkan engkau mau salat
bersama kami, maka sabdanya "Sesungguhnya aku khawatir (salat itu)
akan diwajibkan atas kamu sekalian".(Hadits Riwayat Thabrani dan
Ibnu Nashr) - "Aku perhatikan salat
malam rasulullah
, yaitu (Ia) salat dua raka'at yang ringan, kemudian Ia
salat dua raka'at yang panjang sekali, kemudian salat dua raka'at, dan dua
raka'at ini tidak sepanjang dua raka'at sebelumnya, kemudian salat dua
raka'at (tidak sepanjang dua raka'at sebelumnya), kemudian salat dua
raka'at (tidak sepanjang dua raka'at sebelumnya), kemudian salat dua
raka'at (tidak sepanjang dua raka'at sebelumnya), kemudian witir satu raka'at, yang demikian adalah 13
raka'at".Diriwayatkan oleh Malik, Muslim, Abu Awanah, Abu Dawud
dan Ibnu Nashr. - "Artinya: Dari Abi Salamah
bin Abdurrahman bahwasanya ia bertanya kepada 'Aisyah radyillahu anha
tentang salat rasulullah
di bulan Ramadan. Maka ia menjawab ; Tidak pernah
Rasulullah
kerjakan (tathawwu') di bulan Ramadan dan tidak pula di lainnya lebih dari
sebelas raka'at 1) (yaitu) Ia salat empat (raka'at) jangan engkau tanya
tentang bagus dan panjangnya, kemudian ia salat empat (raka'at) 2) jangan
engkau tanya panjang dan bagusnya kemudian ia salat tiga raka'at".[Hadits
Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar